HOPE Camp, Untaian Harapan untuk Anak-Anak Marginal

19

Rangkaian kegiatan Emerging Future Community Teacher (EFCT) dilanjutkan dengan gemilangnya pelaksanaan Hope Camp yang berlangsung selama 2 hari, 9-10 Februari 2018 di UPT Bahasa Untan Pontianak. Hope Camp diikuti oleh sebanyak 40 siswa-siswi dari berbagai Sekolah Dasar di Kota Pontianak. Para siswa-siswi yang menjadi peserta Hope Camp ini merupakan anak-anak terpilih yang sebelumnya telah mendapatkan pendidikan gratis dari para peserta training EFCT Camp yang digelar sejak November 2017 lalu.

Ketua UPT Bahasa Untan sekaligus koordinator project EFCT, Stella Prancisca beserta timnya Nining Ismiyani dan Endah Setya Ningsih membuka rangkaian kegiatan Hope Camp yang dikemas dengan seru dan menyenangkan. “Pada kegiatan Hope Camp ini, kami mengajak anak-anak dari daerah marjinal untuk merasakan serunya bermain Brain Wars yang tak hanya berguna untuk menguji ilmu pengetahuan yang sudah mereka dapatkan, namun sekaligus menjadi media bagi mereka untuk uji kecermatan dalam menjawab soal-soal”, kata Stella.

Stella menambahkan, peserta Hope Camp mendapatkan sesi motivasi dari profesional psikolog di Pontianak, Armijn Chandra Santosa Besman. Selain itu, diadakan pula seremonial pelepasan balon ke udara. “Ini merupakan simbol dari kami semua di Hope Camp, sebagai wujud menyampaikan harapan dan cita-cita yang tinggi”, jelas Stella. Di hari kedua, kegiatan Hope Camp berlangsung lebih seru dengan menghadirkan tamu dari Kedutaan Besar Amerika Serikat, Fransisca Stella.

Fransisca menuturkan, program HOPE camp ini sangat bagus karena memberikan kesempatan kepada anak-anak dari pelosok Pontianak untuk datang dan mendapatkan pengajaran Bahasa Inggris. “Tak hanya itu, Hope Camp juga memberikan motivasi kepada anak-anak untuk belajar dengan giat dan menggantungkan cita-cita mereka setinggi-tingginya”, puji Fransisca.

Lebih lanjut Francisca berpendapat, Hope Camp telah memberikan inspirasi besar untuk anak-anak. Kegiatan yang didanai oleh Kedutaan Besar melalui Alumni Engagement Innovation Fund ini, menurut Francisca, sangat sesuai dengan tujuan program. “Alumni Engagement Innovation Fund bertujuan untuk mendukung alumni dari program pertukaran pemerintah Amerika untuk memberikan kontribusi sesuai dengan keahlian mereka kepada masyarakat Indonesia”, tambah Fransisca.

Fransisca berharap, program EFCT dapat terus berlanjut dan anak-anak di daerah terpencil di Pontianak mendapatkan kesempatan yang lebih besar untuk belajar bahasa Inggris.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *