Access Site Pontianak sukses mengadakan pelatihan professional development dengan tema “Promoting Tolerance and Multiculturalism” kepada para peserta Access penerima beasiswa Microscholarship Program, pada Jumat (17/3) di Aula UPT Bahasa Untan Pontianak.
Pelatihan tersebut dibuka dengan sesi brainstorming mengenai tanggapan setiap peserta tentang Toleransi dan Multikulturasi masing-masing dalam 1 kata. Beragam jawaban diberikan oleh para peserta. Setelah brainstorming, para peserta yang terdiri dari siswa/i dari berbagai SMA di Kota Pontianak dan mahasiswa/i jurusan Bahasa Inggris dari berbagai kampus di Pontianak ini dibagi menjadi 10 kelompok untuk mengikuti sesi selanjutnya. Mereka diberikan kertas warna warni yang kemudian menjadi rujukan kelompoknya masing-masing.
Sesi berikutnya yaitu pengenalan tentang stereotype yang diisi oleh Nining Ismiyani, salah seorang guru Access yang akhir tahun lalu mendapat kesempatan mengikuti program pelatihan singkat (short course) di Amerika bersama guru Access dari negara-negara lain. Pada sesi ini, para peserta diajak untuk mengenal tentang makna stereotype dan belajar menghilangkan tendensi negatif terkait isu SARA yang mungkin muncul di kehidupan sehari-hari.
Para peserta juga menyaksikan tayangan video terkait toleransi dan multikulturasi serta mendiskusikan pendapat mereka mengenai video yang telah mereka simak bersama. Di sesi watching and discussion ini, para peserta belajar bahwa informasi yang masuk harus didapatkan paling tidak dari 2 sisi yang berbeda agar tidak terjadi kesalahpahaman.
Pelatihan professional development ini ditutup dengan reflection session. Pada sesi penutup ini, para peserta dibagi ke dalam 2 kelompok besar. Masing-masing kelompok diberikan sebuah gulungan wol warna warni sebagai simbol indahnya keberagaman. Dengan untaian wol tersebut, satu per satu para peserta diminta untuk memaparkan komitmen mereka terkait toleransi dan multikulturasi.
Stella Prancisca selaku Kepala UPT Bahasa Untan sekaligus koordinator Access Pontianak yang juga hadir pada pelatihan tersebut mengaku senang menyaksikan langsung antusiasme para peserta. “Melalui pelatihan ini, kita berharap agar nilai-nilai toleransi dan saling menghormati semakin tertanam pada diri masing-masing peserta pelatihan agar keberagaman yang mereka temui setiap harinya, dapat mereka sikapi dengan bijaksana”, tutup Stella.





