UPT Bahasa Untan bekerjasama dengan Laboratorium Riset Bahasa Isyarat (LRBI) FIB Universitas Indonesia dan West Borneo Deaf Community mengadakan Seminar dan Sosialisasi Bahasa Isyarat di Amphiteater Untan lantai 3 Sabtu, 11 November 2017 mulai pukul 09.00 – 13.00 WIB. Sosialisasi dan seminar ini diadakan untuk mendukung para kawan-kawan tuli yang berada di Pontianak khususnya, dan Kalimantan Barat pada umumnya. Komunitas tuli di Kalimantan Barat, West Borneo Deaf Community (WBDC), juga turut berperan aktif dalam memperkenalkan bahasa isyarat yang bisa digunakan oleh orang tuli untuk berkomunikasi.
Seminar ini dihadiri lebih dari 100 peserta yang merupakan kawan-kawan tuli di Pontianak, komunitas sosial, NGO, dan masyarakat Pontianak yang ingin menambah pengetahuan tentang bahasa isyarat. Antusiasme para peserta terlihat saat pembicara dari tim peneliti LRBI, yaitu M. Umar Muslim, Ph.D, Silva Tenrisara Pertiwi Isma, MA, dan Adhi Kusumo Bharoto yang menyampaikan pentingnya bahasa Isyarat untuk mengembangkan potensi dan meningkatkan kepercayaan diri bagi kawan-kawan tuli. Kawan-kawan tuli dari komunitas WBDC Pontianak, Stefanus, Kiki, dan Willy Halim, pun ikut berbagi pengalaman mereka tentang kondisi kawan-kawan tuli di Pontianak, menceritakan pengalaman mereka saat mngikuti pelatihan pengajaran dan pembuatan kamus Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo) Selaras serta memaparkan kegiatan, rencana dan harapan untuk pengembangan Bisindo di Pontianak.
Turut hadir pula beberapa perwakilan dari instansi pemerintah seperti Walikota Pontianak, Balai Bahasa, BKKBN, dan Kepolisian. Selaras dengan fungsi UPT Bahasa Untan selaku unit pelaksana teknis di Universitas Tanjungpura, Ibu Stella Prancisca mengatakan bahwa Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo) tidak hanya wajib dipelajari oleh kawan-kawan tuli tapi juga seluruh masyarakat sebagai suatu langkah dukungan pada diri tuli serta mewujudkan masyarakat yang ramah pada keterbatasan atau disabilitas.















